Nana ‘Pengantin Ritz’ yang Sopan & Taat

Nana ‘Pengantin Ritz’ yang Sopan & Taat

INILAH.COM, Pandeglang – Rasa kaget tak bisa ditutupi sejumlah warga Keboncau, Pandeglang, Banten yang mengenal Nana Ikhwan Maulana. Para tetangga Nana itu tak menyangka jika Nana yang sopan, taat beribadah, dan pernah menjadi Ketua Karang Taruna itu terkait dengan kelompok teroris.


Salah satu dari mereka adalah Ade (45), tetangga Nana yang tinggal di Keboncau RT 02/RW13 Desa Labuan, Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang. Ade tak menyangka jika Nana yang dikenal sopan, taat beribadah, dan tidak pernah meninggalkan shalat lima waktu itu menjadi salah satu ‘pengantin’ alias suicide bomber.

Di mata warga, Nana yang merupakan putra bungsu dari pasangan almarhum Sarmedi-Jubaedah, tampak cukup baik dan sopan kepada siapa saja. Bahkan, lanjut Ade, sehari-hari Nan aktif di musala setempat. Itu sebabnya, warga nyaris tak percaya saat mendengar Nana tewas dalam penyergapan Densus 88.

“Saya heran, dia itu sampai melakukan bom bunuh diri,” kata Ade saat ditemui di Kampung Keboncau, Desa Labuan, Kecamatan Labuan, Jumat (14/8).

Menurut Ade, warga Keboncau sudah lama tidak bertemu dengan Nana yang hanya lulus SD kabarnya telah bekerja di Jakarta. Meskipun Nana dinyatakan polisi terkait dengan kelompok teroris, namun warga tetap menyambut dan menerima kedatangan jenazah Nana. Saat ini, warga juga sudah menyiapkan lahan pemakaman yang jaraknya tidak jauh dengan rumah Nana.

Tetangga Nana yang lainnya, Nina (20) juga sangat kaget saat melihat tayangan televisi mengabarkan pria ramah yang dikenalnya tewas dalam penyergapan Densus. Apalagi, Nana juga sangat baik dan pernah dipercaya menjadi Ketua Karang Taruna di desanya.

“Saya sangat terkesan bila dia main ke rumah selalu senyum dan sopan. Saya kira bom bunuh diri itu korban ada yang menyuruhnya,” ujarnya.

Menurut Udin (40), kakak ipar Nana, sekitar 2 bulan lalu Nana pamit ke Jakarta untuk mencari pekerjaan. Namun keluarga tidak mengetahui secara persis dimana Nana bekerja. Keluarga Nana sempat mencari ke Jakarta, namun keberadaannya tidak juga diketahui.

“Saya tidak menduga adik ipar saya ini nekat bunuh diri karena sehari-hari orangnya baik,” kata Udin. [*/fiq]

dikutip : http://www.inilah.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: